Kenali Jenis Pup Bayi, Dari Kategori Normal Hingga Terindikasi Penyakit

Bayi memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna, salah satu dampaknya adalah pada jenis pup bayi yang keluar. Ibu harus mengenali jenis tersebut, sehingga ketika masuk kategori bermasalah dapat langsung ditindak lanjuti dengan cara yang tepat. Mau tahu apa saja jenisnya?

3 Jenis Pup Bayi yang Wajib Diketahui

Ibu yang baru memiliki bayi mungil, pastinya akan sangat teliti melihat perkembangan buah hatinya. Nah, biar tidak dibuat panik ketika pup si kecil tidak seperti biasa, coba cek jenisnya berikut ini.

  • Normal

Kondisi normal pada sistem pencernaan bayi, bisa terlihat dari jenis pup yang dikeluarkannya.

  1. Masa ASI

Jika bayi masih mengkonsumsi ASI eksklusif tanpa bantuan susu formula. Pup yang dihasilkannya bertekstur lunak, namun tidak berbau sangat menyengat. Dengan warna kuning terang hingga agak gelap.

Pup bayi ini sangat tergantung pada makanan yang dikonsumsi oleh ibu, makin bergizi makanan maka pup bayi juga akan semakin sehat sebab semua zat penting yang dibutuhkan bisa terserap maksimal oleh tubuhnya.

  1. Susu Formula

Penggunaan susu formula akan sangat berpengaruh pada jenis pup yang dihasilkan bayi, pada kondisi normal akan memiliki tekstur lebih padat ketimbang bayi yang hanya mengkonsumsi ASI, tapi warna dan baunya juga tidak menyengat. Semakin cocok susu formula yang diberikan, maka pencernaan bayi akan semakin lancar.

  1. Makanan Pendamping

Saat bayi sudah mengkonsumsi makanan pendamping, pup juga akan masuk kategori lebih padat. Bahkan akan terdapat potongan makanan yang tidak tercerna karena sistem pencernaannya yang belum mampu menghancurkan makanan tersebut.

  • Waspada

Beberapa jenis pup masuk kategori waspada, artinya Anda perlu konsultasi dengan dokter untuk memberikan pengobatan.

  1. Cair

Jenis pup yang cair mengindikasikan adanya yang salah dengan sistem pencernaan bayi. Bisa saja akibat tidak cocok dengan susu formula yang diberikan, sama halnya ketika orang dewasa mengalami diare dimana pup akan bertekstur cair dengan bau cukup menyengat.

  1. Kerikil

Beda dengan cair, pup berbentuk kerikil merupakan salah satu tanda bahwa bayi sedang mengalami sulit buang air besar. Penyebabnya, bisa karena kekurangan cairan atau asupan serat yang kurang. Biasanya dialami pada bayi yang sudah mengkonsumsi makanan pendamping selain ASI.

  1. Hitam

Jenis pup ini biasanya keluar ketika bayi secara tidak sengaja meminum darah, misalnya saat puting susu Ibu luka dan berdarah akibat digigit si kecil. Ketika dia tetap menyusu tentu darah akan terminum dan ikut tercerna di dalam tubuh.

  • Parah

Kategori parah adalah ketika pul si kecil mengeluarkan darah segar atau berlendir. Ini mengindikasikan penyakit yang terjadi di dalam tubuhnya. Ibu harus segera memeriksakan buah hati ke dokter, untuk mendapat pengobatan.

Memastikan jenis pup bayi dalam kondisi normal, adalah kewajiban orang tua. Dengan informasi lengkap tentang jenis pup di atas setidaknya Ibu bisa lebih aware ketika si kecil mengeluarkan pup kategori tidak normal.