Jenis Keju yang Sering Dipakai Bahan Tambahan Dalam Masakan

Siapa yang tidak suka keju? Hampir semua orang menyukainya. Tak hanya roti, pasta, dan ayam geprek yang semuanya dipadukan dengan keju. Namun dengan banyaknya jenis keju yang beredar di pasaran. Ini tidak berarti bahwa semua jenis keju bisa dibuat menjadi piring atau kue. Perlu Anda ketahui jenis keju yang cocok untuk salad, pie atau pizza.

Ada beberapa jenis keju yang biasa digunakan orang Indonesia untuk membuat kue atau membuat pie. Selain keju biasa ini, ada juga beberapa keju yang tidak biasa, tetapi sama-sama enak.

  1. Keju Cheddar

Salah satu keju termudah untuk ditemukan di supermarket. Biasanya tersedia dalam kemasan plastik dan dalam bentuk batangan pada kardus. Warna keju cheddar juga tergantung dari umur keju, semakin tua warnanya, semakin gelap dan padat teksturnya.

Dalam proses pembuatannya, keju cheddar biasanya dipotong dadu atau diserut dengan pemarut. Saat dipotong dadu, keju cheedar bisa melengkapi isian pasta. Sedangkan jika diparut dapat digunakan sebagai topping donat atau kue. Meski keju sudah dipanaskan kembali, bentuknya akan tetap sama atau tidak akan meleleh seperti mozzarella. Untuk keju jenis ini sebaiknya membungkusnya dengan aluminium foil dan menyimpannya dalam wadah karton lalu menyimpannya di lemari es.

  1. Mozzarella

Belakangan ini keju jenis ini banyak digunakan untuk berbagai macam masakan. Ciri khasnya adalah tekstur yang lembut dan kenyal, meleleh pada suhu tinggi dan terasa seperti krim. Di negara asalnya Italia, mozzarella tradisional terbuat dari susu kerbau yang dibentuk menjadi bola dengan berbagai ukuran dan berwarna putih. Sering digunakan untuk membuat pizza, lasagna, aneka pasta, nasi panggang atau isian roti. Pada suhu rendah, keju akan bersatu kembali dan menjadi lebih menggumpal.

Berbeda dengan negara asalnya. Di Indonesia, mozzarella memiliki warna yang agak kekuningan. Dan apapun yang ditambah dengan mozzarella pasti enak, seperti ayam geprek.

  1. Keju parmesan

Parmesan atau yang dikenal dengan Parmigiano-Reggiano berasal dari Parma, Italia. Keju cukup “serbaguna” karena bisa dicampurkan ke berbagai jenis makanan, mulai dari salad, pasta, sup, pai, dan kuis. Keju ini termasuk dalam kategori keju keras dengan aroma yang kuat dan rasa yang sedikit pahit. Saat ini pasar tidak hanya menjual batang parmesan karena juga tersedia dalam bentuk bubuk praktis. Dapat digunakan selama dua tahun sejak dibuka dari kemasannya, selama disimpan dengan baik saat disimpan.

  1. Keju gouda

Keju belanda ini termasuk keju semi keras yang terbuat dari susu sapi hasil fermentasi selama empat minggu sampai satu tahun. Teksturnya mengingatkan pada cheddar dengan sensasi yang sedikit manis di lidah. Biasanya berwarna kuning dan berbentuk bulat dengan lapisan lilin yang mengelilingi permukaan. Kualitas dan rasa tergantung pada umur keju. Keju “muda” meleleh saat dipanaskan, sedangkan gouda “tua” lebih cocok untuk salad, hidangan pasta, dan bahkan makanan penutup.

  1. Keju feta

Keju yunani ini terdiri dari keju lunak yang memiliki aroma yang cukup kuat. Dibuat dengan 70% susu kambing putih. Teksturnya sangat lembut sehingga mudah hancur seperti tahu. Ini cocok dengan minyak zaitun untuk menambah rasa yang kaya pada salad. Kadang-kadang dibuat menjadi krim di atas sandwich atau disajikan dengan taco atau hidangan Meksiko lainnya.

  1. Keju edam

Keju edam merupakan keju belanda bulat, bagian luarnya ditutup dengan semacam lilin berwarna merah. Teksturnya agak lembut, bahkan lebih lembut dari keju cheddar, serta memiliki rasa yang asin dan gurih, sehingga paling sering digunakan sebagai bahan dalam makanan penutup. Kandungan lemak pada keju ini juga lebih rendah dibandingkan keju cheddar.

Demikian jenis keju yang biasa dipakai untuk bahan masakan, jika ingin tahu lebih banyak silahkan lihat di website Orami karena mulai dari informasi hingga review semua ada disana.